Jumat, 21 Februari 2020

SEVEN SEGMENT






  1.  Mengetahui apa itu seven segment 
  2.  Mengetahui cara membuat rangkaian seven segment 
alat dan bahan  [kembali]
       1. Seven Segment

        2.  Resistor

Resistor atau hambatan adalah salah satu komponen elektronika yang memiliki nilai hambatan tertentu, dimana hambatan ini akan menghambat arus listrik yang mengalir melaluinya. 
       3. Dioda

adalah komponen aktif dua kutub yang pada umumnya bersifat semikonduktor, yang memperbolehkan arus listrik mengalir ke satu arah (kondisi panjar maju) dan menghambat arus dari arah sebaliknya (kondisi panjar mundur). Diode dapat disamakan sebagai fungsi katup di dalam bidang elektronika.


Pengertian Seven Segment Display

Seven segment merupakan bagian-bagian yang digunakan untuk menampilkan angka atau bilangan decimal. Seven segment tersebut terbagi menjadi 7 batang LED yang disusun membentuk angka 8 dengan menggunakan huruf a-f yang disebut DOT MATRIKS. Setiap segment ini terdiri dari 1 atau 2 LED (Light Emitting Dioda). Seven segment bisa menunjukan angka-angka desimal serta beberapa bentuk tertentu melalui gabungan aktif atau tidaknya LED penyususnan dalam seven segment.
Supaya memudahkan penggunaannnya biasanya memakai sebuah sebuah seven segment driver yang akan mengatur aktif atau tidaknya led-led dalam seven segment sesuai dengan inputan biner yang diberikan. Bentuk tampilan modern disusun sebagai metode 7 bagian atau dot matriks. Jenis tersebut sama dengan namanya, menggunakan sistem tujuh batang led yang dilapis membentuk angka 8 seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas. Huruf yang dilihatkan dalam gambar itu ditetapkan untuk menandai bagian-bagian tersebut.
Dengan menyalakan beberapa segmen yang sesuai, akan dapat diperagakan digit-digit dari 0 sampai 9, dan juga bentuk huruf A sampai F (dimodifikasi). Sinyal input dari switches tidak dapat langsung dikirimkan ke peraga 7 bagian, sehingga harus menggunakan decoder BCD (Binary Code Decimal) ke 7 segmen sebagai antar muka. Decoder tersebut terbentuk  dari pintu-pintu akal yang masukannya berbetuk digit BCD dan keluarannya berupa saluran-saluran untuk mengemudikan tampilan 7 segmen.

LED 7 Segmen (Seven Segment LED)

Seven Segment Display sering dipakai oleh para peminat Elektronika adalah 7 bagian yang memakai LED (Light Emitting Diode) sebagai penerangnya.  LED 7 Segmen tersebut biasanya mempunyai 7 Segmen atau elemen garis dan 1 segmen titik yang menandakan “koma” Desimal. Jumlah semua segmen atau elemen LED sebenarnya adalah 8.
Cara kerjanya juga sangat  gampang, ketika elemen tersebut diberikan gelombang listrik, maka Display akan menampilkan angka atau digit yang diinginkan sesuai dengan kombinasi yang diberikan. LED 7 Segmen terbagi menjado dua jenis yaitu “LED 7 Segmen common Cathode” dan “LED 7 Segmen common Anode”.

  • LED 7 Segmen Tipe Common Cathode (Katoda)

Common Cathode merupakan bergabung menjadi satu Pin, sedangkan penujang Anoda bisa menjadi Input untuk masing-masing Segmen LED.  Kaki Katoda yang terhubung menjadi 1 Pin ini merupakan Terminal Negatif (-) atau Ground sedangkan Signal Kendali (Control Signal) akan diberikan kepada masing-masing Kaki Anoda Segmen LED.LED Seven Segment Display Tipe Common Katoda.

  • LED 7 Segmen Tipe Common Anode (Anoda)

Dalam Common Anode (Anoda), Kaki Anoda pada semua segmen LED adalah terhubung menjadi 1 Pin, sedangkan kaki Katoda akan menjadi Input untuk masing-masing Segmen LED. Anoda yang bergabung menjadi satu Pin tersebut akan diberikan tegangan positif dan Signal Kendali akan diberikan kepada masing-masing Kaki Katoda Segmen LED.

Cara Kerja 7 Segment

kerja 7 segment secara sederhananya adalah sebagai berikut:
  1. Untuk memunculkan angka 0 maka bagian-bagian yang harus dihidupkan adalah A,B,C,D,E,F
  2. Untuk menyalakan 7 segment dapat dilakukan secara langsung dengan memberi logika 1 pada jenis common cathode dan memberi logika 0 pada common anode
  3. Tetapi bila kita mau menampilkan data dari input biner maka kita memerlukan decoder biner ke 7 segment
Berikut diagram 7 segment
7 segment terbagi menjadi 2 macam yaitu tipe common anode dan tipe common cathode.
  1. Untuk tipe common anode, kaki anode dari kumpulan led akan di jadikan satu dan dihubungkan dengan vcc sehingga diperlukan tengah negatif untuk menyalakannya
  2. Sedangkan tipe common cathode, adalah kebalikannya. semua cathode dijadikan satu dan hubungkan ke ground sehingga memerlukan tegangan positif untuk menyalakannya
Untuk mengubah common anode menjadi common cathode maupun kebalikannya bisa digunakan Gerbang Not
Agar Lebih Jelas
  1. Untuk menampilkan digit 0 maka deretan led yang harus dinyalakan adalah A,B,C,D,E,F
cara kerja 7 segment digit 0
digit 0 pada 7 segment
  1. Untuk menampilkan digit 1 maka deretan led yang harus dinyalakan adalah B,C
pengertian 7 segment dan cara kerja 7 segment
1 pada 7 segment
  1. Untuk menampilkan digit 2 maka deretan led yang harus dinyalakan adalah A,B,D,E,G
pengertian 7 segment dan cara kerja 7 segment
digit 2 pada 7 segment
  1. Untuk menampilkan digit 3 maka deretan led yang harus dinyalakan adalah A,B,C,D,G
cara kerja 7 segment digit 3
digit 3 pada 7 segment
  1. Untuk menampilkan digit 4 maka deretan led yang harus dinyalakan adalah B,C,F,G
cara kerja 7 segment digit 4
digit 4 pada 7 segment
  1. Untuk menampilkan digit 5 maka deretan led yang harus dinyalakan adalah A,C,D,F,G
cara kerja 7 segment digit 5
digit 5 pada 7 segment
  1. Untuk menampilkan digit 6 maka deretan led yang harus dinyalakan adalah A,C,D,E,F,G
cara kerja 7 segment digit 6
digit 6 pada 7 segment
  1. Untuk menampilkan digit 7 maka barisan led yang wajib dihisupkan adalah A,B,C
pengertian 7 segment dan cara kerja 7 segment
digit 7 pada 7 segment
  1. Untuk menampilkan digit 8 maka deretan led yang harus dinyalakan adalah A,B,C,D,E,F,G
pengertian 7 segment
digit 8 pada 7 segment
  1. Untuk menampilkan digit 9 maka deretan led yang harus dinyalakan adalah A,B,C,D,F,G
cara kerja 7 segment digit 9
digit 9 pada 7 segment









  Prinsip kerja :


Dari seven segment ini adalah inpuan bilangan biner pada switch dikonversi masuk kedalam decoder, baru kemudian decoder mengkonversi bilangan biner tersebut ke dalam bilangan desimal, yang mana bilangan desimal ini akan ditampilkan pada layar seven segmen. Fungsi dari decoder sendiri adalah sebagai pengkonversi bilangan biner ke dalam bilangan desimal.





Download HTML Rangkaian KLIK DISINI !!!!!
Download  Simulasi Rangkaian KLIK DISINI !!!!!
Download Video Simulasi Rangkaian   KLIK DISINI !!!!!

Aplikasi Running LED







1. Tujuan
     a. Mengetahui apa itu Running LED
     b. Mengetahui bagaimana cara aplikasi running LED bekerja
     c. Mengetahui komponen-komponen apa saja yang dipakai dalam pembuatan aplikasi rangkaian


2. Alat dan Bahan
     a. IC 555

            Pada dasarnya aplikasi utama IC NE555 ini digunakan sebagai Timer (Pewaktu) dengan operasi rangkaian monostable dan Pulse Generator (Pembangkit Pulsa) dengan operasi rangkaian astable. Selain itu, dapat juga digunakan sebagai Time Delay Generator dan Sequential Timing. 
     
     b. IC 4017
     
     IC 4017 merupakan komponen elektronik yang berfungsi sebagai decade counter (Penghitung interval). Decade counter berfungsi untuk merubah salah satu output menjadi berlogika tinggi secara bergantian dari output 0 hingga ke output 9 sehingga total output rangkaian ini berjumlah 10 dengan memiliki 16 pin yang memiliki fungsinya masing masing.

     c. Led-Red
Hasil gambar untuk led red

     LED-Red digunakan sebagai indikator hidupnya rangkaian aplikasi running LED tersebut.

     d. Capasitor
Hasil gambar untuk capacitor

     Capasitor digunakan untung menyimpan tengangan dari power supply

     e. Potensiometer
     
     Potensiometer pada rangkaian digunakan untuk memabagi tegangan. nilai pada potensiometer mempengaruhi kecepatan jalan LED tersebut.

     f. Resistor 

     Resistor berfungsi untung meghambat arus yang masuk agar tidak terlalu besar.


3. Teori

Suatu rangkaian elektronika yang menggunakan system digital sering memerlukan suatu alat pencacah yang dapat melakukan seperti itu disebut dengan Binary Up Down Counter yang  dapat menghitung ke atas dan ke bawah dengan  mengatur suatu alat control tertentu. Pencacah seperti ini sering juga disebut dengan pencacah maju mundur. Pencacah maju yaitu pencacah dalam urutan meningkat, yakni urutan cacahnya adalah 0 – 1 – 2 – 3……….n-0.  Rangkaian Timer CountDown & CountUp adalah suatu rangkaian digit mulai angka 0 ( nol ) sampai tujuh atau CountUp dan mulai angka tujuh sampai angka 0 atau CountDown. Aplikasi dari rangkaian ini biasa digunakan untuk stopwacth ( CountUP ) dan untuk timer lampu lalu lintas ( CountDown ).
Rangkaian ini memanfaatkan binary 4-bit dari IC 74LS192 yang kemudian output dari IC 74LS192 ini di proses lagi menggunakan IC 74LS47  yang selanjutnya di tampilkan oleh seven segment. Jika menggunakan seven segment decoder, maka IC 74LS47 tidak perlu Digunakan. Jika ingin membuat rangkaian ini, yang perlu diperhatikan adalah pembelian seven segment, yaitu seven segment dengan Common Anode.
Rangkaian counter dengan tampilan seven segment adalah rangkaian elektronika yang sederhana dengan memanfaatkan prinsip kerja IC 555 dan tentunya IC 74LS192  sebagai driver seven segment. Seven segment display biasa tersusun atas 7 bagian yang setiap bagiannya merupakan LED (Light Emitting Diode) yang dapat menyala. Jika 7 bagian diode ini dinyalakan dengan aturan yang sedemikian rupa, maka ketujuh bagian tersebut dapat menampilkan sebuah angka. Seven-segment display membutuhkan 7 sinyal input untuk mengendalikan setiap diode di dalamnya. Setiap diode dapat membutuhkan input HIGH atau LOW untuk mengaktifkannya, tergantung dari jenis seven-segmen display tersebut. Jika Seven-segment bertipe common-cathode, maka dibutuhkan sinyal HIGH untuk mengaktifkan setiap diodenya. Sebaliknya, untuk yang bertipe common-annode, dibutuhkan input LOW untuk mengaktifkan setiap diodenya.


 Internal ICNE555 :




Gambar internal IC NE555





Fungsi Setiap Kaki IC NE555: 

Gambar Fungsi Setiap Kaki IC NE555



Gambar rangkaian IC NE555


Berikut gelombang output IC NE555 :
           
Gambar gelombang output IC NE555 
       
            Pada dasarnya aplikasi utama IC NE555 ini digunakan sebagai Timer (Pewaktu) dengan operasi rangkaian monostable dan Pulse Generator (Pembangkit Pulsa) dengan operasi rangkaian astable. Selain itu, dapat juga digunakan sebagai Time Delay Generator dan Sequential Timing. 
Rangkaian ini paling sering digunakan sebagai osilator gelombang kotak / pembangkit pulsa, terdapat perhitungan untuk nilai frekuensi output yang kita inginkan :

f = 1 / { ln (2) . (R1 + 2.R2) . C }
T = 1/f
       Duty cycle ialah perbandingan pulsa high dan pulsa low pada satu gelombang.rumus duty cycle :
D = 1 - R2 / (R1 + 2.R2)
Duty cycle dapat dihitung : (t1/T) x 100 % = (t1 / {t1+t2}) x 100 %


4. Rangkaian



      Prinsip kerja :

      Pada rangkaian tersebut, ketika power supply mengeluarkan tegangan maka arus akan masuk ke dalam IC 555 dan didalam IC 555 terjadi sebuah tegangan yang diatur per waktu, lalu arus keluar dan menuju ke dalam IC 4017. di dalam IC 4017 akan berkerja seperti gerbang logika yang memakai sistem bilangan binner sehingga output dari IC 4017 akan berubah-ubah sesuai CLK. dan output yang keluar akan diteruskan ke resistor lalu menuju LED sehingga LED hidup secara bergantian seperti berjalan(running) yang disebabkan oleh gerbang logika pada IC 4017 tadi.


5. Video



Download File Html [Download]
Download File rangkaian [Download]
Download Video [Download]
Download datasheet IC 555 [Download]
Download datasheet IC 4017 [Download]

5.10 Guidelines to using TTL Devices






1. Tujuan [kembali]
  1.  Mengetahui apa itu transistor transistor logic (TTL)
  2.  Mengetahui cara membuat rangkaian transistor transistor logic (TTL)

1. Transistor

adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung arus (switching), stabilisasi tegangan, dan modulasi sinyal.



 2. Resistor

Resistor atau hambatan adalah salah satu komponen elektronika yang memiliki nilai hambatan tertentu, dimana hambatan ini akan menghambat arus listrik yang mengalir melaluinya. 
3. Dioda

adalah komponen aktif dua kutub yang pada umumnya bersifat semikonduktor, yang memperbolehkan arus listrik mengalir ke satu arah (kondisi panjar maju) dan menghambat arus dari arah sebaliknya (kondisi panjar mundur). Diode dapat disamakan sebagai fungsi katup di dalam bidang elektronika.



   Transistor Transistor Logic (TTL) adalah keluarga logika yang diimplementasikan dengan teknologi proses bipolar yang menggabungkan atau mengintegrasikan transistor NPN, dioda persimpangan PN dan difusi resistor dalam struktur monolitik tunggal untuk mendapatkan fungsi logika yang diinginkan. Gerbang NAND adalah blok bangunan dasar keluarga logika ini.
     Subfamili yang berbeda dalam keluarga logika ini, seperti yang diuraikan sebelumnya,termasuk TTL standar, TTL daya rendah, TTL daya tinggi, Schottky TTL daya rendah, Schottky TTL, lanjutan Schottky TTL daya rendah, TTL Schottky canggih dan TTL cepat. Dalam paragraf berikut, kami akan menjelaskan secara singkat masing-masing subfamili ini dalam hal struktur dan karakteristik internal parameter.


Operasi Sirkuit

         Ketika kedua input berada dalam keadaan logika TINGGI seperti yang ditentukan oleh keluarga TTL (VIH = 2 V minimum), arus mengalir melalui basis-collector PN junction diode dari transistor Q1 ke dalam basis transistor Q2. Transistor Q2 dihidupkan ke saturasi, dengan hasil bahwa transistor Q3 dimatikan dan transistor Q4 AKTIF. Ini menghasilkan RENDAH logika pada output, dengan VOL maksimum 0,4 V ketika sedang tenggelam arus 16 mA dari beban eksternal diwakili oleh input dari fungsi logika didorong oleh output. Tindakan tenggelam saat ini ditunjukkan pada Gambar 5.7 (a). Transistor Q4 juga disebut sebagai transistor saat ini tenggelam atau pull-down, untuk alasan yang jelas. Diode D1 digunakan untuk mencegah transistor Q3 dari melakukan bahkan sejumlah kecil arus ketika output RENDAH. 
        Ketika outputnya RENDAH, Q4 dalam saturasi dan Q3 akan melakukan sedikit dalam ketiadaan D1. Juga input arus IIH dalam keadaan TINGGI tidak lain adalah arus bocor dioda sambungan terbalik dan biasanya 40 A. Ketika salah satu dari dua input atau kedua input berada dalam keadaan logika RENDAH, basis-emitor wilayah Q1 melakukan arus, mendorong Q2 untuk memotong dalam proses. Ketika Q2 dalam keadaan cut-off, Q3 didorong untuk konduksi dan Q4 untuk cut-off. Ini menghasilkan output TINGGI logika dengan VOH (min.) = 2,4 V dijamin untuk tegangan suplai minimum VCC dan sumber arus 400 A. 
      Tindakan sumber saat ini ditampilkan pada Gambar 5.7 (b). Transistor Q3 juga disebut sebagai sumber arus atau transistor pull-up. Juga IIL arus input level rendah, diberikan oleh (VCC −VBE1 / R1, adalah 1,6 mA (maks.) Untuk VCC maksimum.


NOT Gate (or Inverter)
         
  Gambar 5.8 menunjukkan skema internal gerbang NOT (inverter) dalam keluarga TTL standar. Itu Skema yang ditunjukkan adalah salah satu dari enam inverter dalam hex inverter (tipe 7404/5404). Internal skematis sama dengan gerbang NAND kecuali bahwa transistor input adalah tunggal normal Transistor NPN alih-alih multi-emitor. 

Gerbang NOR
  Gambar 5.9 menunjukkan skema internal gerbang NOR dalam keluarga TTL standar. Skematis yang ditunjukkan adalah salah satu dari empat gerbang NOR di quad dua input gerbang NOR (tipe 7402/5402). Di sisi input ada dua transistor terpisah, bukan transistor multi-emitor dari gerbang NAND. Masukan dimasukkan ke penghasil dua transistor, pengumpul yang lagi memberi makan basis transistor dengan kolektor dan terminal emitor mereka diikat bersama. Nilai resistansi yang digunakan sama dengan yang digunakan dalam kasus gerbang NAND. Tahap output juga merupakan tiang totem yang sama tahap output. Sirkuit ini cukup jelas. Satu-satunya kondisi input dimana transistor Q3 dan Q4 tetap dalam cut-off, sehingga mendorong Q6 ke cut-off dan Q5 ke konduksi, adalah ketika kedua input berada dalam keadaan logika RENDAH. Output dalam kasus seperti ini adalah logika TINGGI. Untuk semua kondisi input lainnya, baik Q3 atau Q4 akan melakukan, mendorong Q6 ke saturasi dan Q5 untuk memotong, menghasilkan logika RENDAH di hasil.

OR Gate


Gambar 5.11 menunjukkan skema internal gerbang OR dalam keluarga TTL standar. Skema yang ditampilkan adalah salah satu dari empat gerbang OR di quad OR-input gerbang dua (tipe 7432/5432). Kami akan mulai dengan menyelidiki kondisi input yang akan menghasilkan output RENDAH. Output RENDAH menuntut Q8 jenuh dan Q7 cut-off. Ini pada gilirannya mengharuskan Q6 berada dalam saturasi dan Q5, Q4 dan Q3 berada dalam cut-off. Ini hanya mungkin ketika Q1 dan Q2 berada dalam saturasi. Artinya, kedua input berada dalam keadaan logika RENDAH. Ini memverifikasi salah satu entri dari tabel kebenaran gerbang OR. Sekarang mari kita lihat apa yang terjadi ketika salah satu dari dua input didorong ke status TINGGI. Ini mendorong salah satu dari dua transistor Q3 dan Q4 ke saturasi, yang memaksa Q5 untuk saturasi dan Q6 untuk terputus. Ini mendorong Q7 ke konduksi dan Q8 untuk memotong, menghasilkan logika output TINGGI.


Pedoman berikut harus dipatuhi saat menggunakan perangkat keluarga TTL:

1. Mengganti IC TTL dari satu subfamily TTL dengan yang lain milik subfamily lain (the

ketik nomor yang tetap sama) tidak boleh dilakukan secara membabi buta. Perancang harus memastikan bahwa perangkat pengganti kompatibel dengan sirkuit yang ada sehubungan dengan parameter tersebut
sebagai kemampuan drive output, pemuatan input, kecepatan dan sebagainya. Sebagai ilustrasi, mari kita asumsikan itu
kami menggunakan 74S00 (quad dua input NAND), output yang mendorong 20 NAND berbeda
input diimplementasikan menggunakan 74S00, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 5.61. Sirkuit ini berfungsi dengan baik seperti Schottky
Keluarga TTL memiliki fan-out 20 dengan output kemampuan drive TINGGI 1 mA dan input
Persyaratan TINGGI saat ini 50 A. Jika kita mencoba mengganti driver 74S00 dengan driver 74LS00,
sirkuit gagal berfungsi karena NAND 74LS00 memiliki kemampuan drive TINGGI keluaran 0,4 mA
hanya. Itu tidak bisa memberi makan 20 beban input NAND diimplementasikan menggunakan 74S00. Dengan melakukan itu, kita akan menjadi
melebihi kemampuan fan-out kondisi-TINGGI pada perangkat. Juga, 74LS00 memiliki spesifikasi arus keluaran 8 mA, sedangkan persyaratan arus tenggelam dari 74S00 adalah 2 mA.
Ini menyiratkan bahwa 74LS00 hanya dapat memberi makan empat input 74S00 dalam kondisi RENDAH. Dengan makan
sebanyak 20 input, kita akan melebihi kemampuan fan-out LOW-state 74LS00 secara besar-besaran
batas.
2. Tidak ada input dan output IC TTL yang harus didorong oleh lebih dari 0,5 V di bawah tanah
referensi.
3. Teknik pentanahan yang tepat harus digunakan saat merancang tata letak PCB. Jika landasannya
tidak benar, arus ground loop menimbulkan penurunan voltase, dengan hasil IC yang berbeda
tidak pada referensi yang sama. Ini secara efektif mengurangi kekebalan kebisingan.

4. Rel catu daya harus selalu dipisahkan dengan benar dengan kapasitor yang sesuai sehingga ada
tidak ada penurunan pada VCC rail karena input dan output membuat transisi logika. Biasanya dua kapasitor
digunakan pada titik VCC setiap IC. Disk keramik 0,1 F harus digunakan untuk merawat
kebisingan frekuensi tinggi, sedangkan elektrolitik 10-20 F cukup baik untuk menghilangkan variasi frekuensi rendah yang dihasilkan dari variasi arus ICC yang diambil dari VCC, tergantung pada logika
keadaan input dan output. Agar efektif, kapasitor decoupling harus dipasang sedekat mungkin
layak untuk pin VCC dari IC.
5. Input yang tidak digunakan tidak boleh dibiarkan mengambang. Semua input yang tidak digunakan harus dikaitkan dengan logika HIGH in
kasus gerbang AND dan NAND, dan untuk ground dalam kasus gerbang OR dan NOR. Sebuah alternatif
adalah menghubungkan input yang tidak digunakan ke salah satu input yang digunakan.
6. Saat menggunakan perangkat kolektor terbuka, pull-up resistif harus digunakan. Nilai resistensi pull-up
harus ditentukan dari persamaan berikut:
RX = VCC maks −VOL / IOL −N2 RENDAH × 1 6                                         (5.11)
RX maks = VCC min −VOH / N1 × IOH + N2 TINGGI × 40                           (5.12)
di mana RX adalah resistor pull-up eksternal; RX (maks.) Adalah nilai maksimum dari pull-up eksternal
penghambat; N1 adalah jumlah output WIRED-OR; N2 adalah jumlah beban input unit yang sedang
didorong; IOH adalah output arus bocor TINGGI (dalam mA); IOL adalah arus keluaran level RENDAH dari
elemen penggerak (dalam mA); VOL adalah tegangan output level RENDAH; dan VOH adalah tingkat TINGGI
tegangan output. Satu beban unit TTL dalam status TINGGI = 40 mA, dan satu beban unit TTL dalam
Status RENDAH = 1,6 mA.






Prinsip kerja :

Rangkaian diatas merupakan salah satu panduan menggunakan peranfkat TTL, rangkaian tersebut menggunakan beberapa gerbang Nand untuk menjalankan logika dari TTL. input pada gerbang logika akan berpengaruh terhadap outputnya. input dan output pada gerbang logika akan bekerja sesuai tabel kebenaran gerbang logika tersebut yang dapat dilihat pada teori diatas.


5.video [kembali]




Download HTML Rangkaian KLIK DISINI !!!!!
Download  Simulasi Rangkaian KLIK DISINI !!!!!
Download Video Simulasi Rangkaian   KLIK DISINI !!!!!

MODUL 4

                                                  [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI   1. Tujuan 2. Komponen 3. Dasar Teori 4. Flowchar...